Rabu, 20 Mei 2009

PENDIDIKAN SHOLAT BAGI ANAK-ANAK

PENDIDIKAN SHOLAT BAGI ANAK-ANAK
Oleh: Pia Khoirotun Nisa
A. Pendahuluan
Di dalam Islam shalat adalah unsur yang sangat penting dan merupakan salah satu rukunnya yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim lima kali sehari semalam. Mendirikan shalat artinya melaksanakan shalat dengan sebaik- baiknya sesuai dengan aturan dan undang- undang shalat yang berlaku, kemudian menterjemahkan nilai- nilai shalat dalam kehidupan sehari- hari. Bila seorang Muslim rajin dalam melaksanakan shalat, maka akan tercermin dalam kehidupan sehari- harinya, baik mengenai ibadahnya, akhlaknya dan dalam kehidupan social kemasyarakatan lainnya. Dengan shalat seorang Muslim terdidik terbina dan terbiasa disiplin, jujur dan tercegah dari perbuatan yang tidak disukai, baik oleh makhluk terlebih lagi oleh sang Kholik Allah SWT.Karenanya Rasullah SAW mengajarkan kepada para pendidik agar setiap anak sudah mulai diajarkan shalat mulai usia dini atau 7 tahun sesuai dengan perkembangan kecedasan anak.

B. Pembahasan
1. Pengertian sholat menurut bahasa Arab ialah “ Do’a dan pujian nabi “. Sebelum Islam orang Arab memakai kata sholat dengan arti do’a dan arti yang tercantum pada beberapa tempat dalam al-Qur’an, diantaranya fiman Allah SWT yang berbunyi :
وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya : “Dan do’akanlah mereka, sesungguhnya do’a engkau itu menjadi ketenangan jiwa (hati) bagi mereka “.
Adapun sholat malaikat berarti memberikan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, ini tercantum dalam surat al-Ahzab yang bebunyi :
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya : “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya ”.
Pengertian sholat menurut istilah ialah : Para fuqaha memberi pengertian yang berbeda, hal ini berdasarkan tinjauan yang berbeda-beda pula. Dilihat dari bentuk pelaksanaan sholat ialah :
الصّلاة عبادةتضمّن اقو الاوافو الا محصوصة مفتتحة بتكبير الله تعالى مخثتمة بالتّسليم
“ Sholat ialah ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir bagi Allah ta’ala dan disudahi dengan memberi salam “.

Ta’arif yang menerangkan hakikat sholat ahlu hakikat menta’rifkannya sebagai berikut :
توجّه القلب الى الله علىوجه يجلبالخوف اليهسبحانه ويبعث فيه جلال عظمته وكمالدرته

“ Berharap hati (jiwa) kepada Allah, secara yang mendatangkan takut kepada-Nya, serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa keagungan kebesaran-Nya dan kesempurnaan kekuasaan-Nya “.
Ta’arif sholat menurut Bey Arifin dalam bukunya Mengenal Tuhan; diartikan “Zikir” yakni mengingat Allah dengan cara istimewa dan sempurna.
Selanjutnya Hasbi Ash Shiddieqy mengemukakan bahwa : Sholat ialah” Mendlohirkan hajat dan keperluan kepada Allah yang kita sembah, dengan beberapa perkataan dan perbuatan yang telah dilaksanakan Rasulullah kaifiatnya “.
Kemudian lain daripada itu sholat diartikan pula dengan menghadapkan jiwa kepada Allah dengan khusyu’ dan khudlu’, ikhlas dan yakin.
Muhammad hamidullah dalam bukunya Pengantar Study Islam mengartikan sholat adalah “ Tiang agama, suatu perkataan nabi “.
Al-Imam Takiyyudin mengemukakan bahwa sholat menurut syari’at adalah “ Sejumlah ibadah yang terdiri dari beberapa perkataan dan perbuatan dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam menurut syarat-syarat tertentu “.
Dari beberapa ta’rif tersebut di atas penulis dapat simpulkan sebagai berikut :
Sholat adalah menghadapkan jiwa dan raga kepada Allah karena takut kepada-Nya dan mengerjakannya dengan ikhlas, khusyu’ guna mematuhi perinta-Nya.
Sholat dalam arti zikir, Allah memerintahkan kita agar kita sebanyak-banyaknya mengingat Allah dengan hati, dan sebanyak-banyaknya pula mengingat Allah dengan lisan dan sebanyak-banyaknya pula mengerjakan sholat yang wajib dan yang sunnah.
Sholat yang wajib artinya sholat yang tidak ada alasan untuk meninggalkannya, atau perintah Allah; yang apabila dikerjakan mendapat pahala, tapi apabila ditinggalkan mendapat siksa. Sholat yang snnah artinya sholat-sholat sunnah yang selalu dikerjakan oleh Nabi SAW., atau semua sholat yang bukan wajib. Sholat sunna apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak ituntut oleh dosa.
Sholat-sholat sunnah tersebut antara lain :
1. Sholat Hari Raya ‘Idul Fitri dan Hai Raya ‘Idul Adha
2. Sholat Rawatib
3. Sholat Witir
4. Sholat Tahajjud
5. Sholat Tarawih
6. Sholat Tahiyatul Masjid
7. Sholat Duha
8. Sholat Istikharah
9. Sholat hajat
10. Sholat Taubat
11. Sholat diwaktu hendak berpergian
12. Sholat memohon turun hujan (Istisqa’)
13. Sholat gehana matahari dan gerhana bulan
14. Sholat sunnah wudhu

C. Fungsi Sholat bagi Kehidupan Manusia
Sholat mempunyai fungsi yang mendalam di dalam agama Islam. Agama Islam menilai sholat itu sebagai tiang agama dan penting artinya untuk kesempurnaan beragama.
Di dalam kitab Jami’us Shagir Nabi Saw., telah bersabda :
الصّلاةعماد الدّ ين فمن اقلها فقد اقام الدّ ين ومن تركها فقد هدم الدّ ين

“ Sholat itu tiang agama, barang siapa yang mengejakannya berarti ia telah menegakan agama dan barang siapa yang meninggalkannya berati ia telah meobohkan agama “.
Dari uraian yang bersumberkan hadits tersebut, teranglah bahwa sholat berperan sebagai tiang agama Islam.
Lain dari pada itu, di bawah ini penulis menerangkan sebagian fungsi sholat bagi kehidupan manusia, fungsinya adalah sebagai berikut :

1. Kesucian Lahir dan Batin
Melakukan sholat berarti mengadakan komunikasi rohaniah dengan Allah SWT. Di samping itu orang yang melakukan sholat adalah orang yang suci lahirnya dari berbagai najis dan kotoran dalam situasi dan proses mensucikan batinnya untuk meningkatkan iman dan rakwanya kepada Allah SWT. Di dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman :
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya : “ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan “.
Jika sholat itu dilaksanakan secara tekun dan terus-menerus, tentu memberi manfaat bagi pendidikan rohani dan jasmani manusia secara efektif dan makin banyak sholat itu dilaksanakan dengan khusyu’ berarti sebanyak itu rohani dan jasmani manusia dilatih berhadapan dengan zat yang maha suci, dengan demikian dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar.
2. Keseimbangan dan Ketenangan Hidup
Ajaran sholat terutama sholat wajib, melahirkan suatu sistem hidup bagi seorang muslim. Ketika fajar mulai nampak di ufuk timur berarti kewajiban sholat subuh telah memanggil dan karenanya seorang muslim harus bangun segera dari tidurnya untuk mengerjakan sholat subuh, artinya sebelum kita mulai tugas duniawi yang penuh dengan suka dan duka, kita mulai komunikasi kepada Allah dengan menghadapkan wajah dan hati kita kepada-Nya.
Dengan memohon petunjuk dan memanjatkan do’a untuk mendapatkan kekuatan lahir dan batin agar sukses dalam menghadapi berbagai tugas dan agar berhasil membangun hari depan yang gemilang.
Jadi Hidup ini kita mulai dengan mengisi nafas tauhid agar hidup kita mempunyai tenaga dan optimis untuk menghadapi hari depan yang penuh dengan kebahagiaan.


“ Diantara waktu-waktu kerja dan tugas sehari suntuk sejak pagi dan petang diselingi dengan kewajiban sholat zuhur, ashar, maghrib, keletihan jasmani karena kerja, kletihan otak akibat kesibukan-kesibukan duniawi, kekecewaan-kekecewaan yang tidak dapat disalurkan ke luar, kesemuanya itu akibat kesibukan-kesibukan yang mengganggu perkembangan pertumbuhan jasmani dan rohani manusia “.
Di dalam al-Qur’an Allah telah berfirman :
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram “.
3. Disiplin dan Kesadaran
Sholat dilakukan dalam waktu-waktu yang telah ditentukan oleh agama menurut apa yang telah diterima Nabi Muhammad SAW, dari Allah SWT.
Di dalam al-Qur’an Allah berfiman :
إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Artinya : “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman “.
Menurut ayat tersebut di atas, sholat hanya dilakukan dalam waktu yang tertentu dan mempunyai waktu yang terbatas. Penentuan waktu-waktu tersebut menurut pembagian adalah suatu hikmah yang diketahui Allah untuk hamba-Nya, dimana mereka sanggup dan layak untuk melakukan sholat, oleh karena waktu-waktu itu mengandung arti yang sangat besar bagi kehidupan manusia sehari-hari. Maka dengan demikian sholat itu tidak dapat dilaksanakan dengan sembarangan waktu menurut kemauan manusia.
Dalam masalah tersebut di atas Nabi Muhammad SAW, telah bersabda :
عن عبد الله ابن سعودرضى الله عنه قال : سألت النّبى صلى الله عليه وسلّم ايّ العمل احبّ الى الله ؟ قال : الصّلاة على وقتها قال : ثمّ ايّال : يرّ الوالد ين, قال : ثمّ ايّ قال : الجهاد فى سبيل الله
Artinya : “ Dari Abdullah bin Mas’ud ra bekata : saya telah bertanya kepada Rasulullah SAW., manakah amalan yang paling disukai Allah ? Rasulullah SAW. menjawab : mengejakan sholat tepat pada waktunya, saya bertanya lagi sesudah itu apa lagi ? Rasulullah SAW. menjawab : berbakti kepada ibu bapak. Kemudian saya bertanya lagi, sesudah itu apa lagi ? Rasulullah SAW. menjawab : bejuang dijalan Allah SWT “.
Seorang muslim yang selalu memperhatikan perjalanan masa dan waktu akan selalu sadar tentang peredaran waktu, kesadaran tentang masa dan waktu menjadikan seseorang berkepribadian apa yang disebut rasa waktu. Orang yang demikian di samping hidupnya teratur dan disiplin, juga hidupnya akan mengasilkan nilai yang sangat besar, dia tidak menghambur-hamburkan waktu dan tidak suka melewatkan waktu yang berlalu begitu saja tanpa berarti.
Dengan demikian ia bukan seorang penganggur dan seorang pemalas, tetapi hidupnya penuh dengan keaktifitas daya juang yang tinggi dan penuh dengan amal saleh. Dalam hubungan ini Allah telah berfirman dalam al-Qur’an yang berbunyi :
وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢)إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)

Artinya : “ (1). demi masa. (2). Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (3). kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran “.
Manusia dididik Allah untuk menyadari waktu dimana dia mempunyai tugas. Membagi waktu adalah besar artinya dalam melaksanakan segala aktifitas dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pembangunan Masyarakat Islam
Sholat mengandung nilai kemasyarakatan yang tinggi dengan disyari’atkan berjama’ah. Dalam sholat lima waktu, sangat dianjurkan mengerjakannya dengan berjama’ah.
Dalam hadits Nabi Muhammad SAW, telah dinyatakan :
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنها انّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : صلاة الجماعة افضل من صلاة الغدّ بسبع وعشرين درجة
Artinya : “Dari Abdillah bin Umar ra. bahwasanya Rasulullah SAW, bersabda : sholat berjama’ah itu adalah lebih utama dua puluh tujuh derajat dari pada sholat sendiri “.
Berdasarkan hadits tersebut di atas, bahwa solat berjama’ah itu merupakan ikatan agama yang sewajarnya dilaksanakan dalam segala lapangan untuk meinmbulkan rasa pesaudaraan, perasaan hidup seia sekata dalam masyarakat luas dan untuk menjadikan umat yang bersatu dalam tekad dan ibadah. Dengan demikian sholat berjama’ah adalah mengatur langkah kaum muslimin sebagai satu umat yang bertuhan satu, menegakan corak hidupnya dalam beragama dan untuk menciptakan persaudaraan yang erat guna kesejahteraan bersama dalam kehidupan di dunia ini.
Dengan memperhatikan fungsi yang terkandung dalam ibadah sholat adalah sangat besar dan sangat tinggi nilainya bagi kehidupan manusia. Karena itu waja apabila Nabi Muhammad SAW, di isra’kan dan di mi’rajkan ke langit menghadap Allah untuk menerima perintah sholat yang paling istimewa dibanding dengan ibadah-ibadah lainnya.

D. Pendidikan Sholat Bagi Anak-Anak
Pada taraf pemulaan pendidikan sholat diberikan kepada anak-anak supaya mereka membiasakan diri melakukan perbuatan baik. Oleh karena pendidikan sholat dari sejak kecil harus mendapat perhatian yang baik. Pepatah lama mengatakan : “ Pelajaran di waktu kecil ibarat lukisan di atas batu, pendidikan di waktu besar ibaat lukisan di atas air “.
Untuk itu pembentukan kepribadian anak yang paling utama ialah di waktu kecil. Ini ibarat anak harus dididik mulai dari keluarga (pergaulan dalam keluarga), lingkungan dan sekolah. Keluarga merupakan batu sendi, tempat membangun hidup bermasyarakat dan bernegara “.
Dari sini si anak dilatih untuk membiasakan diri kepada perbuatan yang baik dan menjauhi segala perbuatan yang keji. Diperingatkan kepada kedua ibu-bapak sebagai kedua orangtua dari si anak, bahwa tanggungjawab mereka terhadap anak yang dilahirkan dengan fitrah yang suci dan kemaslahatan hidupnya tergantung kepada pemeliharaan dan pendidikan yang diberikan oleh ibu-bapak. Sebagai Rasulullah SAW, telah bersabda :
كلّ مولود يولد على الفطرة حتّى يعرب لسانه فابواه يهوّدنه او ينصّر انه او يمجسانه (رواه اسود بن سويع)

Artinya : “ Tiap-tiap anak dilahirkan dalam fitrah yang suci sehingga dia pandai berkata-kata, maka ibu-bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau majusi “.
Dengan uraian tersebut di atas, jelaslah bagi manusia yang berbudaya dan beragama pendidikan merupakan hala yang terpenting untuk kehidupannya sesuai dengan eksistensi dan tanggungjawab atas keberadaanya sebagai manusia yang fakir.
Karena itu pendidikan tidaklah penah basi dalam pembahasan, betapapun sudah tidak terhitung para ahli pendidikan membahasnya.
Pendidikan adalah usaha orang dewasa terhadap anak didik agar anak itu kelak dapat menyelenggarakan tugas hidupnya sebagai makhluk individu dan sebagai anggota masyarakat. “Pendidikan yang diusahakan Islam berazaskan ikhlas dan taqwa dengan membentuk anak didiknya menjadi berilmu, berakhlak, bejiwa besar dan beramal saleh dan membimbingnya menuju ke arah kebaikan dan kesempurnaan lahir batin, dunia akhirat “.
Oleh karena itu pendidikan sholat diberikan kepada anak-anak, agar mereka membiasakan diri untuk melaksanakan sholat. “Meskipun sholat tiada diwajibkan atas anak-anak kecil, namun hendaklah mereka disuruh bersholat apabila mereka sudah mencapai umur tujuh tahun “.
Dari uraian tersebut, maka Nabi Muhammad SAW, mempetegas di dalam sabdanya :
قال رسول الله : مروااؤلادكم باالصّلاة اذابلغواسبعا, وضربوهم عليها اذابلغوا عشرا (رواه احمد وابوداود و الحاكم)

Artinya : “Suruhlah anak-anakmu mengerjakan sholat apabila meeka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkannya apabila umur mereka sudah sampai sepuluh tahun”.
Pendidikan aholat bagi anak-anak mempunyai tujuan yang diserasikan dengan perkembangan jasmani dan rohani anak itu sendiri. Adapun tujuannya adalah sebagai berikut :
1. Membina kebiasaan yang baik
Kebiasaan satu faktor penting bagi kehidupan manusia. Yang dimaksud kebiasaan disini yaitu : “Sesuatu perbuatan yang slalu diulang-ulang sehingga menjadi mudah dikerjakan “.
Misalnya; Bangun tengah malam mengerjakan sholat tahajjud, berat bagi orang yang tidak biasa. Tetapi jika hal itu terus-menerus diulangi akhirnya akan menjadi mudah teus menjadi kebiasaan yang menyenangkan.
Contoh tersebut dapat memberikan kesan bahwa jika anak-anak dibiasakan untuk selalu melaksanakan sholat secara berulang-ulang dengan penuh kegemaran akhirnya menjadi kebiasaan yang baik bagi anak menuju kedewasaannya.


2. Menghilangkan kebodohan yang menghambat pendidikannya
Pendidikan sholat betujuan menghilang kebodohan. Kebodohan adalah “Fikiran yang sempit yang meupakan sumber keburukan”. Pendidikan sholat bagi anak berarti melatih anak-anak untuk menghafal bacaan-bacaan sholat dan melatih melakukan syarat dan rukun sholat secara tertib dan teratur.
Untuk melaksanakan pendidikan sholat dapat dilakukan dalam berbagai jalan dan cara antara lain :
a. Melalui pendidikan keluarga, sebelum anak memasuki masa sekolah.
b. Melalui pendidikan sekolah, dimulai dari sejak taman kanak-kanak sampai kepada tingkat Perguruan Tinggi.
c. Cara berkawan dengan orang-orang yang biasa melakukan perbuatan baik.

E. Kesimpulan
Maka dengan demikian pendidikan sholat amat penting diberikan kepada anak-anak dari sejak kecil, karena akan memberikan kesan yang mendalam baginya setelah ia dewasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar