Rabu, 20 Mei 2009

DEPARTEMANTALISASI ORGANISASI MANAJEMEN INDUSTRI

DEPARTEMANTALISASI ORGANISASI
MANAJEMEN INDUSTRI
Oleh: Pia Khoirotun Nisa


A. PENDAHULUAN

Organisasi tumbuh dari kebutuhan manusia untuk bekerja sama. Kerjasama dapat lebih produktif dan efisien dengan adanya struktur organisasi. Atau dengan kata lain alasan berorganisasi adalah membuat agar kerjasama manusia efektif. Pengorganisasian (organizing) adalah penetapan struktur peran-peran melalui penentuan berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dan bagian-bagiannya, pengelompokkan aktivitas-aktivitas, penugasan, pendelegasian, wewnang untuk melaksanakannya, serta pengkoordinasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi baik secara horisontal maupun vertikal dalam struktur organisasi. Lalu bagaimana dengan Departementalisasi organisasi pada sebuah manajemen industri? berikut pembahasannya.

B. PEMBAHASAN

a. Pengertian Departementalisasi Organisasi Manajemen Industri

1. Pengertian Departementalisasi Organisasi
“Departemen” menandakan suatu bidang, divisi, atau cabang suatu perusahaan, dimana seorang manajer mempunyai wewenang untuk melaksanakan kegiatan yang khusus.
Organisasi” adalah suatu sistem yang bersifat sosio-teknis. Sistem adalah suatu keseluruhan yang dinamis yang terdiri dari bagian-bagian yang berhubungan. Dinamis berarti bergerak, berkembang kearah suatu tujuan. Sosio (sosial) berarti yang bererak di dalam dan yang menggerakkan sistem adalah manusia. Ekonomi berarti kegiatan dalam sistem bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Teknis berarti dalm kegiatan tersebut sumber daya, alat-alat dan cara tertentu digunakan.
Jadi Departementalisasi adalah usaha mengelompokkan kegiatan-kegiatan yang sama dari orang-orang yang ada dalam organisasi kedalam departemen-departemen.
Sebuah departemen sebagaimana istilah atu bisa dipakai, bisa merupakan divisi produksi, divisi penjualan, cabang, seksi penelitian pasar atau unit penagihan piutang. Dalam beberapa perusahaan, terminologi yang lebih ketat menunjukkan kepada hubungan-hubungan hierarkis. Dengan demikian wakil direktur mungkin mengepalai divisi, direktur mengepalai sebuah departemen, manajer mengepalai cabang, dan kepala bagian mengepalai suatu seksi.

2. Pengertian Manajemen Idustri
Manajemen berasal dari kata bahasa Inggris management dengan kata asal to manage yang secara umum berarti mengelola.
Industri merupakan suatu kelompok perusahaan yang memproduksi atau memproses (manufacturing) produksi barang atau jasa yang sama, untuk pasar yang sama pula.
Manajemen Industri, atau biasa disebut Manajemen Operasi, adalah manajemen yang berkaitan dengan berbagai kegiatan produksi barang dan jasa. Produk yang dihasilkan, baik berupa barang maupun jasa, merupakan hasil yang diperoleh di bawah pengawasan manajer operasi.
Jadi dari kedua pengertian diatas pemakalah dapat menyimpulkan bahwa Departementalisasi organisasi manajemen industri adalah Kegiatan mengatur penciptaan barang dan jasa yang dikelompokkan pada kegiatan-kegiatan yang sama dan dari orang-orang yang ada secara tepat guna mencapai visi dan misi perusahaan tersebut.

b. Pengorganisasian Sebagai Suatu Proses
Dengan memandang organizing sebagai suatu proses maka kita dapat melihat dengan jelas bahwa beberapa hal mendasar harus dipertimbangkan.
1) Struktur harus mencerminkan tujuan dan rencana kegiatan perusahaan.
2) Struktur harus mencerminkan wewenang yang tersedi bagi manajer perusahaan.
3) Struktur organisasi harus mencerminkan lingkungan.
4) Organisasi harus diisi dengan staf yang terdiri dari orang-orang karena pengelompokkan kegiatan dan penyediaan wewenang sebuah organisasi harus memperhitungkan keterbatasan dan kebiasaan orang.

c. Tingkat Organisasi dan Rentang Kendali Manajemen
Meskipun alasan berorganisasi adalah untuk membuat kerja sama manusia menjadi efektif, kita menemukan sebab bawa adanya tingkat organisasia adalah karena keterbatasan rentang manajemen. Dengan kata lain, karena keterbatasan pada jumlah orang yang bisa diawasi seorang manajer, hasilnya ialah tingkat-tingkat organisasi. semakin besar perusahaan atau semakin sempit rentangnya, maka semakin banyak jumlah tingkat organisasi.

d. Departementalisasi Berdasarkan Fungsi Perusahaan
Pengelompokkan kegiatan sesuai dengan fungsi perusahaan adalah praktek yag diterima secara luas. Departementasi fungsional merupakan dasar yang paling luas yang dipakai untuk aktivitas pengorganisasian, dan ada dalam hampir setiap perusahaan pada suatu tingkat tertentu dalam struktur organisasi.
 Keunggulan Departementalisasi Berdasarkan Fungsi Perusahaan
• Pencerminan logis dari fungsi-fungsi
• Mengikuti prinsip spesialisasi jabatan
• Memelihara kekuatan dan prestise fungsi-fungsi utama
• Menyederhanakan latihan
• Sarana-sarana pengendalian ketat ditingkat puncak.

 Kelemahan Departementalisasi Berdasarkan Fungsi Perusahaan
 Tanggung jawab untuk laba hanya pada tingkat puncak
 Menspesialisasi secara berlebihan dan mempersempit pandangan personil penting.
 Membatasi perkembangan para manajer umum
 Mengurangu koordinasi antar fungsi-fungsi
 Mempersulit pertumbuhan ekonomis dari perusahaan sebagai sistem.

e. Departementalisasi Berdasarkan Wilayah
Departementalisasi berdasarkan wilayah geografis adalah suatu metode yang agak umum untuk perusahaan yang tersebar secara fisik. Prinsipnya adalah bahwa semua aktivitas dalam wilayah atau daerah tertentu harus dikelompokkan dan ditugaskan kepada seorang manajer.
 Keunggulan Departementalisasi Berdasarkan Wilayah.
o Menempatkan tanggung jawab pada tingkat bawahan
o Menempatkan tekanan pada pasar-pasar dan masalah-masalah lokal
o Meningkatkan koordinasi dalam suatu daerah
o Menarik keuntungan dari kegiatan operasi lokal
o Komunikasi tahap awal yang lebih baik dengan kepentingan lokal
o Memberi kesemapatan latihan yang bisa diukur bagi manajer-manajer umum.
 Kelemahan Departementalisasi Berdasarkan Wilayah
• Memerlukan lebih banyak orang yang mempunyai kemampuan-kemampuan seorang manajer umum
• Cenderung untuk mempersulit pemeliharaan pelayanan-pelayanan pusat ekonomi.
• Menambah masalah bagi pengendalian manajemen puncak

f. Departementalisasi Berdasarkan Produk
Pengelompokkan aktivitas ts dasar produk merupakan strategi yang mengizinkan manajemen tingkat puncak untuk mendelegasikan wewenang yang luas kepada seorang pejabat divisi atas fungsi manufaktur, fungsi penjualan dan layanan dari produk tertentu dan untuk meminta tingkat tanggung jawab keuntungan yang besar dari masing-masing manajer itu.
 Keunggulan Departementalisasi Berdasarkan Produk.
 Menaruh perhatian dan usaha pada lini produk
 Meletakkan tanggung jawab atas laba pada tingkat divisi
 Menigkatkan koordinasi aktivitas fungsional
 Memberi dasr latihan yang dapat diukur bagi para manajer umum
 Memungkinkan pertumbuhan dan diversitas produk

 Kelemahan Departementalisasi Berdasarkan Produk
 Memerlukan lebih banyak orang dengan kemampuan manajer umum
 Cenderung mempersulit dalam mempertahankan pelayanan pusat ekonomi
 Menghadirkan masalah pengendalian puncak yang meningkat.

g. Departementalisasi Berdasarkan Pelanggan
Pengelompokkan aktivitas untuk menggambarkan perhatian yang sangat besar terhadap pelanggan umumnya ada dalam berbagai perusahaan.
 Keunggulan Departementalisasi Pelanggan
 Mendorong konsentrasi pada kebutuhan pelanggan
 Menghadirkan perasaan kepada para pelanggan bahwa mereka memahami pemasok (bankir)
 Mengembangkan keahlian dalam bidang pelanggan
 Kelemahan Departementalisasi Pelanggan
 Mungkin sulit mengkoordinasikan operasi-operasi diantara permintaan-permintaan pelanggan yang bersaing
 Memerlukan manajer-manajer dan staf ahli dalam masalah pelanggan
 Kelompok pelanggan mungkin tidak selalu didefinisikan secara jelas (misalnya, perusahaan besar vs bisnis perusahaan lain)

h. Departementalisasi yang Berorientasi Pada Pasar
Melibatkan pengorganisasian perusahaan atas dasar kaitannya dengan pasar yang dilayani atau dengan saluran distribusi.
 Keunggulan Departementalisasi Pada Pasar
 Memungkinkan adanya konsentrasi pada pasar-pasar dan saluran-saluran pemasaran diwilayah masing-masing.
 Mengembangkan peluang-peluang demi meningkatkan efisiensi aktivitas pemasaran
 Kelemahan Departementalisasi Pada Pasar
 Kurangnya konsentrasi pada pertambahan produk dan laba
 Adanya masalah dalam pelatihan orang untuk berpikir dari segi pasar dan bukan dari segi produk
 Adanya masalah dalam mengalokasikan produk-produk dan pemungutan biaya manufaktur hanya satu.
 Adanya masalah dalam mengadakan koordinasi antara penelitian produk, rekayasa, dan upaya-upaya produksi dalam pemasaran multidivisional.

i. Organisasi Matriks
Salah satu organisasi yang menarik dan yang makin sering dipakai ialah organisasi “matriks” atau “jaringan” atau manajemen “proyek” atau “produk” meskipun manajemen proyek murni tidak perlu menyiratkan suatu jaringan atau matriks. Inti dari manajemen matriks adalah penggabungan bentuk fungsional dan produk dari departementalisasi dalam struktur organisasi yang sama.
Sedangkan pada manajemen produksi, seorang manajer melakukan kegiatan yang dapat menyebabkan terciptanya atau bertambahnya kegunaan dari suatu barang atau jasa. Dengan demikian manajemen produksi/operasi menyangkut masalah-masalah pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kegiatan produksi.
Ruang lingkup manajemen produksi mencangkup kegiatan-kegiatan yang menyngkut keputusan-keputusan mengenai rancangan sistem produksi yang meliputi:

a) Seleksi dan Rancangan (Design) Hasil Produksi
Melalui penelitian dan pengembangan (disebut juga Research and Development) di usahakan agar dapat menghasilkan produk secara efektif dan efisien dan dengan kualitas yang tinggi.
b) Seleksi Peralatan dan Proses
Untuk melaksanakan produksi, biasanya terdapat beberapa pilihan peralatan dan proses yang akan digunakan dalam proses produksi tersebut, mulai dari pemilihan tempat untuk melakukan proses produksi, perencanaan gedung/bangunan yang sesuai sampai kepada penentuan dan pemilihan mesin-mesin serta fasilitas produksi yang lainnya.


c) Perencanaan Produksi dari Barang-barang yang akan Diproses
Pengambilan Keputusan mengenai rangcangan produksi menyangkut besarnya biaya produksi dan sifat proses produksi yang akan dilaksanakan serta pengadaan bahan.
d) Merancang Tugas Pekerjaan
Rancangan tugas kerja merupakan bagian integral dari sistem organisasi.
e) Lokasi Tempat Usaha
Di sini yang harus menjadi perhatian adalah jarak tempat usaha dengan tempat bahan baku dan dengan pasar.
f) Penyusunan Peralatan (lay out).
Peralatan produksi harus diatur sedemikian rupa, sehingga mempermudah dan meningkatkan efisiensi dari proses produksi.

C. KESIMPULAN
Dari penjelasan yang pemakalah paparkan diatas dapat disimpulkan bahwa Departemtalisasi Organisasi Manajemen Idustri merupakan Kegiatan mengatur penciptaan barang dan jasa yang dikelompokkan pada kegiatan-kegiatan yang sama dan dari orang-orang yang ada secara tepat, guna mencapai visi dan misi perusahaan tersebut. Begitupun didalamnya terdapat tiga hal yang menarik untuk dipaparkan dalam sebuah kesimpulandiantaranya:
1) Fungsi. Didalam suatu organisasi, manajer industri bertanggung jawab untuk mengelola departemen atau organisasi yang menghasilkan barang dan jasa yang menyangkut koordinasi dan pelaksanaan fungsi industri. dan Di dadalam organisasi, fungsi industri diperlakukan sama seperti fungsi lain seperti fungsi pemasaran dan keuangan.
2) Sistem. Penjelasan diatas mengacu pada sistem transformasiyang menghasilkan jenis-jenis sistem produksi, yaitu barang dan jasa.
3) Keputusan. Pada akhirnya penjelasan di atas mengacu pada pengambilan keputusan sebagai elemen penting dari manajemen industri.

Daftar Pustaka

Henny S.W. Dra dan Rumondor Alexander Drs., MANAJEMEN MEDIA MASA, Buku Materi Pokok SKOM4324/3SKS/MODUL 1-9, ( Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2004).
Kadarman, SJ A.M. Dr. Prof., dan Udaya Jusuf Drs., PENGANTAR ILMU MANAJEMEN, (Jakarta: PT, Prenhallindo, 2001),
Nasution Hakim Arma, M. Eng., Ir., MANAJEMEN INDUSTRI (Yogyakarta, ANDI, 2006),

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar