Rabu, 20 Mei 2009

ISLAM PERADABAN MASA DEPAN KRITIKAN ATAS DUNIA MODERN, MARXIST DAN PERUBAHAN SOSIAL ISLAM PERADABAN MASA DEPAN ISLAM DAN DUNIA

ISLAM PERADABAN MASA DEPAN
KRITIKAN ATAS DUNIA MODERN,
MARXIST DAN PERUBAHAN SOSIAL
ISLAM PERADABAN MASA DEPAN
ISLAM DAN DUNIA
Oleh: Pia Khoirotun Nisa

A. PENDAHULUAN
Ajaran Islam pada hakekatnya adalah ajaran bagi kepemimpinan dan kesejahteraan dunia. Salah satu cirinya yang paling penting ialah, ia mengajarkan kepada para penganutnya, bagaimana memperoleh kepercayaan diri tanpa dinodai kesombongan dan mementingkan diri sendiri, kepadanya Islam menghembuskan semangat agama dan keyakinan, bebas dari segala penipuan diri, dan dengan memisahkan ia dari segala ketergantungan pada yang lain, kepadanya Islam menanamkan keimanan yang sempurna terhadap Allah dengan keimanan yang tidak akan pernah bimbang atau menjadi lemah. Keimanan ini menugaskan umat Islam memikul tanggung jawab kemanusiaan semampu mengkin dan mendorongnya menjadi wakil bagi semua bangsa manusia. Adahal kewajiban umat Islam untuk memberi petunjuk kejalan yang lurus bagi mereka yang tersesat jalan, serta dengan bantuan ilmu dan petunjuk yang diberikan Allah kepada mereka, mereka berkewajiban membawa umat manusia dari kegelapan kepada cahaya terang.
Bagaimana keadaan dunia sebelum datangnya Islam dan bagaimana keadaan di Timur dan Barat, Utara dan selatan? bagaimana tingkat kecerdasanmanusia mulai dari Cinahingga India, dari Persia hingga Romawi? Bagaimana bentuk dan susunan masyarakat jaman itu? Dalam keadaan bagaimanakah agama-agama dunia yang berdasar hukum samawi seperti agama Yahudi, agama Kristen dan agama-agama yang mendakwahkan penyembahan terhadap berhala dan api seperti agama Hindu dan Majusi?
Jaman sebelum Islam tenggelam dalam kebodohan, di mana pikiran dan jiwa manusia telah menjadi gelap, dan patokan-patokan serta nilai-nilai kehidupan yang tinggi telah merosot. Itu adalah jaman tiranidan perbudakan, dimana dasar-dasr kemanusiaan tengah dirusak oleh kemewahan hidup dan hidup boros di satu pihak, serta keputusasaan dan penderitaan dipihak lain. Di samping itu awan skeptisime (faham orang-orang yang bimbang) dan agnotisisme (orang yang tidak prcaya pada hal gaib) serta kekafiran tengah mengancam, dan agama-agama di dunia tidak mampu menolong melenyapkan mereka. Agama-agama yang menyebut dirinya agama samawi, telah menjadi laksana tubuhtanpa jiwa. Tidak ada kehidupan, tidak ada lagi semangat dalam diri mereka. Pendeknya, mereka telah menjadi wadah upacara-upacara dalam lambang agama-agama tertentu, yang telah kehilangan semua kebenaran akan arti kegunaannya.
Islam menyusun kehidupan atas dasar-dasar baru, menyucikan keyakinan dan kesusilaan serta memberi mereka dasar-dasar hukum baru: Islam menanamkan ketabahan yang tingg dalam hidup, memberinya nilai-nilai mulia, dan merangsang cinta akan kemerdekaan dan daya cipta. Ia membersihkan kehidupan dengan memberinya keyakinan dan pengetahuan, persaudaraan, keadilan dan kepercayaan diri. Ia mempersiapkan dan menempa manusia supaya berhasil, melalui usaha yang terus menerus dan kerja keras yang tak pernah berakhir, kemampuan hidup yang tersembunyi, sehingga dapat membuahkan keadilan, kesehatan dan sitem yang seimbang. Dengan penilaian yang benar tentang manusia serta pembawaannya, Islam menempatkan manusia pada kedudukan yang sebenarnya secara tepat, untuk membangun kembali serta mengembangkan kehidupan.
Selanjutnya, bagaimana dengan Islam Peradaban Masa Depan, Kritikan Atas Dunia Modern, Marxist dan Perubahan Sosial, Islam Peradaban Masa Depan, Islam dan Dunia? Berikut pembahasannya:

B. PEMBAHASAN
 Islam peradaban masa depan
Problematika yang dihadapi kum muslimin pada peradaban yang akan datang bersumber dari apa yang kita sebut kebudayaan modern. Problem ini timbul dengan segala masalah yang datang pada pertentangan abad kesembilan belas, dan hidup lebih dari satu abad penuh hingga saat ini.
Problem “Kebudayaan Modern” dilihat dari pandangan Islam bukan baju baru yang dipakai para pengikut kebudayaan ini. Akan tetapi suatu pernyataaan civilisiasif dan geografis yang disesuaikan dengan rasa umum dari setiap bangsa dan negara.
Sedangkan dengan goncangan-goncangan dan serangan-serangan yang ditujukan kepada Islam, kaum muslimin hendaknya berapologi menolaknya. Serangan-serangan itu pada pokoknya ada dua macam bentuk problema;
Pertama: Bangsa-bangsa yang disebut dengan Kebudayaan Modern akibat revolusi kebudayaan menjadi semakin kuat pada kenyataan bahwa bangsa-bangsa ini mulai meramaikan seluruh dunia Islam, baik langsung maupun secara tidak langsung.
Kedua: Pertentangan yang terjadi di Eropa antara Kebudayaan Modern dan agama Kristen, telah membawa suatu kesalahan menjadi jihad, pengingkaran dan atheisme.
Pengarahan yang salah inilah yang menjadi biang keladinya dan bukan Kebudayaan Modern itu sendiri yang bertanggungjawab terhadap ilmu ilmu pengetahuan itu, dan terhadap phenomena-phenomena peradaban (civilisasi), yang kedua-dunya sama-sama menyetir dunia untuk sama-sama berontak secara demonstratif terhadap agama. Nampak sederhana, problematika Islam keluar dari perut Kebudayaan Modern itu sendiri!!.
Kebudayaan Modern dalam arti kebudayaan perindustrian merupakan produk dari jamannya. Kebudayaan itu harus dimanfaatkan sesuai dengan situasi dan kondisi disegala tempat dipermukan bumi. Namun kebudayaan yang ditinggi-tinggikan oleh bangsa-bangsa pemujanya ketingkat ekspansi Dunia Islam, yang merupakan serangan politis ideal terhadap Islam. Kebudayaan macam inilah yang harus kita hadapi atas nama eksistensi diri dan Agama kita.
Namun Dunia Islam mengkerut dalam segala hal hingga dalam membuktikan bahwa ia menyadari bahwa substansi dan hakekat serangan yang ditimbulkan oleh kebudayaan modern itu. Oleh karenanya kita kaum Muslimin tidak dapat mempergunakan secara benar kebudayaan modern itu. Kita belum bisa mengajukan balasan yang baik terhadap serangan yang ditujukan kepada kita, yang menghambat perjalan kita, dan menginjak masa depan Agama itu sendiri di permukaan

 Kritikan atas dunia modern dan perubahan sosial
Orang berkeyakinan bahwa antara sosialisme dan agama bertentangan satu sama lain. Pendapat ini benar jika kita tinjau dari pengertian sosialisme yang berlaku sekarang dan mengenal sejarahnya yang panjang. Namun saya yakin bahwa pada asal mula dan hakekatnya, sosialisme benar-benar berbeda dengan sosialisme pengertian sekarang. Pertentangan antara agama dengan sosialisme dengan kristen di Barat. Agama-agama selain kristen ikut terpecik akibat pertentangan itu tanpa disadari.
Pertentangan antara agama dan sains modern selama abad terakhir ini mengenai banyak hal terutama tentang ajaran-ajaran dan prinsip hidup, kembali kepada ketidak pahaman para pemeluk agama terhadap hakekat perubahan-perubahan baru. Mereka memerangi saja semua hal yang dianggap baru, menganggapnya sebagai hal bid’ah dan kesesatan.
Dari segi lain pemikiran-pemikiran modern-pun salah sewaktu menyatakan dan mengira bahwa yang dimaksud agama disini adalah agama yang dikemukakan oleh para pemuka agama ortodox di Eropa, sehingga mereka pun memerangi agama dan Tuhan sebagai ganti dari serangan mereka terhadap para pemuka agama ortodox dan ajaran-ajaran mereka yang rusak.
Teori kausalitas yang dikemukakan sains modern setelah Newton, ditolak kebenarannya oleh para pemuka agama, dengan tuduhan bahwa teori itu menghilangkan sifat kudrat atau kemampuan ilmiah ini. Dengan cara yang sama para pemuka agama menolak kebenaran teori evolusi yang dikemukakan Darwin. Untuk menerangkan spiece kehidupan, dan mereka menganggapnya sebagai usaha “menghilangkan Tuhan”.
Para pemuka agama fondamentalis menghadapi semuanya ini dengan penuh keberanian, sehingga tercipta suasana revolusi dan gelombang banjir yang dahsyat dalam dunia ilmu.
Pemahaman yang salah terhadap agama seperti ini, melahirkan pertentangan antara ilmu dan agama, dimana mungkin pertentangan itu dapat dihindarkan. Maka dari itu dikatakan pemahaman yang salah sebab tidak ada hubungan yang jelas antara melenyapkan atau mengokohkan teori kausalitas dan teori evolusi dengan agama. Tak terlihat hubungannya sama sekali. Bahkan seharusnya para pemuka agama ini sebagai pengganti dari Cuma mengelurkan fatwa-fatwa mempelajari pendapat-pendapat para ilmuwan yang dianggap baru ini, untuk memperoleh kejelasan dengan sendirinya apakah ada fakta-fakta ilmiah yang memungkinkan kita menerima pendapat-pendapat.
Teori kausalitas dan evolusi sama sekali tidak ada hubungannya dengan wujud Tuhan atau ketidak adaan wujud-Nya, sebab kedua hal ini dapat berhubungan hanya dengan cara yang diciptakan oleh Tuhan tentang ada-Nya. Jika kita dapat membuktkan kebenaran dan kemutlakan teori-teori ini, pembuktian itu hanya kan memberikan satu kesimpulan bahwa cara Tuhan di dalam proses kerja dan menjalankan alam kosmos bergantung kepada kenyataan bahwa Allah SWT menciptakan peristiwa demi peristiwa melalui sebab dan akibat yang telah ditentukan, dan bahwa Dia tidak menciptakan manusia atau makhluk-makhluk yang lain sekaligus, akan tetapi menciptakannya satu persatu.
Jelaslah teori evolusi sama sekali tidak benar,. Sumber pengingkaran ini bukan karena teori ini menentang agama. Akan tetapi karena tidak adanya penemuan-penemuan secara obyektif yang menetapkan kebenaranteori yang lebih banayk mendasarkan teorinya pada evolusi organik.
Dengan cara yang salah ini pula para pemuka agama ortodox menghadapi sosialisme dan komunisme. Kita tidak boleh melupakan bahwa sosialisme dan komunisme bukan hasil pemikiran Karl Marx satu-satunya. Akan tetapi banyak pemikir-pemikir lain yang mendahului Max telah mengemukakan prinsip-prinsip dari kedua teori ini.
Pada saat Eropa memasuki revolusi pemikiran dan peredaran uang tertahan di tangan orang-orang tertentu, para pemikir mulai mengajukan pendapat-pendapatnya yang meminta agar alat-alat produksi berada ditangan negara yaitu parlemen. Mereka berpendapat bahwa apabila kekayaan terkumpul di tangan beberapa orang penduduk sebab merosotnya alat-alat produksi, mereka tidak akan mampu menghadapinya untuk mengemukakan usul kepada pemerintah agar lat-alat produksi berada di tangan negara. Negara adalah wakil rakyat, sedangkan rakyat adalah rajanya. Oleh karena itu pemikiran semacam ini disebut sosialisme.


Ada beberapa pemikir yang mendahului Karl Marx (1818-1883) dan Frederick Engels (1820-1895), diantara mereka adalah:
Babeuf (1764-1797)
Saint Simon (1760-1825)
Fourier (1772-1837)
Robert Owen (1771-1858)
Tentu kaum kapitalis menentang pendapat-pendapat dan pemikiran-pemikiran kaum sosialis ini.namun herannya para pemuka agama pun menentangnya tanpa ragu-ragu, sebab milik pribadi merupakan suatu dogma yang sakral bagi mereka, dimana agama ortodox ikut campur di dalamnya.
Para pemikir ekonomi menentang dengan keras terhadap prinsip pemilikan pribadi yang pada jaman revolusi kebudayaan menjadi suatu undang-undang bebaris dan mencekik leher. Mereka berpendapat bahwa para pemuka agama mendukung prinsip ini. Oleh karena itu keadaan ini menanamkan suatu kemarahan yang mendasar kepada kapitalisme dan agama. Bahkan mereka berpendapat bahwa agama adalah “kejahatan sosial”. Tak berbeda pula dengan kapitalisme. Kedua-duanya merupakan hasil dari satu teori yang sama-sama batil.
Kebencian dan kemarahan ini berkembang dalam diri para pemikir , ekonomi tersebut sehingga melahirkan Marxisme kelak kemudian hari. Karl Marx yang menamakan dirinya sebagai sosialis ilmuwan, mulai menamai para pendahulunya dengan sosialis yang berhayal dengan mengatakan bahwa mereka mengajukan teori pemilikan pribadi (monarchy) sebagai disiplin ekonomi, namun mereka tidak dapat mengemukakan jawaban logis sekitar sebab-sebab yang menjadikan teori-teori sosialisme salah dan batil. Marx lebih geram lagi sewaktu melihat teori yang bertentangan dengan alam tidak memberikan peluang bagi kapitalisme dan agama. Hal ini mendorongnya untuk memproklamirkan bahwa apa yang dia katakan, bukan teori ciptaannya sendiri, akan tetapi penemuan hakekat eksternal, yatu bahwa determinisme historis mengharuskan hancurnya kapitalisme, ajaran-ajaran agama, dan hukum, kekosongan ini harus segera diisi dengan pemilikan kaum proletar.
Inilah hubungan antara Marx dengan sosialisme, yang ia disebut sebagai fakta ilmiah, sosialisme yang tidak lebih dari suatu fakta ilmiah, sosilisme yang tidak lebih dari suatu kegilaan intelektual yang diwarisi kaum sosialis dari para pengikut Krl Marx. Namun gabus itu tak begitu besar tekanannya, setelah ia sendiri memperoleh tekanan-tekanan pada pertengahan abad yang lalu. Meskipun manusia sosialis yang hidup sekarang tidak dapat keluar dari konstruksi pemikiran Marxis lama, namun suaranya tidak lagi segegap gempita masa lalu. Mereka mengakui bahwa mustahilsosialisme di rubah menjadi filsafat alam, srbagai ganti dari hanya menjadi pajangan program perbaikan ekonomi belaka.
Percobaan-percobaan yang dilakukan dalam kurun waktu yang lama, menjadikan dunia sosialis terbagi kepda dua bagian diantanya:
Kaum Marxis dan kaum Sosialis
 Kaum Marxis merupakan kaum yang tetap pada pendirian semula seperti dilontarkan pendirinya Karl Marx dengan sosialismenya, yang kemudian dilanjutkan oleh Line. Sedangkan;
 Kaum Sosialis menganggap hal itu omomg kosong belaka.
Perbedaan yang jelas antara agama dengan sosialisme dimulai sejak munculnya Karl Marx yang mendasarkan teori-teorinya pada materialisme historis, suatu penafsiran yang benar-benar bertentangan dengan penafsiran agama., pertentangan yang hakiki antara agama dan sosialisme meruncing atas pernyataan Marx dan Engels bahwa keduanya telah menjadikan sosialisme teori yang ilmiah, artinya sosialisme kedua-duanya pasti menerima segala teori yang dibuktikan oleh sains. Jika ilmu pengetahuan membangun suatu asumsi materiil untuk menafsirkan alam dan kehidupan contohnya, sosialisme akan menerimanya tanpa syarat. Kalau ilmu pengetahuan mengajukan teori determinisme moral, kaum sosialis juga pasti mengikutinya tanp debat.
Stanley A. Mellor seorang editor masalah sosialisme dalam ensiklopedi agama dan etika mengatakan pada akhir tulisannya:
“Seluruh sosialisme, pada pokoknya berarti dua hal pokok: pertama, menghentikan kekuasaan individual terhadap alat-alat produksi. Kedua, mencari dasar moral yang membenarkan pekerjaan ini.”
Selanjutnya dia mengatakan:
“Seluruh hal lain tentang sosialisme, baik yang mendukung atau yang menentang, tidak lebih daripada hal sekunder dan tak berarti. Semuanya tidak berarti apa-apa dibanding ke dua hal di atas.”
Jelaslah dari apa yang dipaparkan diatas mengenai Kritikan Atas Dunia Modern, Marxist dan Perubahan Sosial bahwa jaman tidak mampu memberikan pengaruh yang berarti pada kumpulan-kumpulan atau kesatuan-kesatuan sosia. Akan tetapi agamalah yang mengubur kesalahan-kesalahan itu kini dan dimasa-masa yang akan datangt. Kesatuan-kesatuan sosial ini telah berhasil menciptakan drama pertentangan antara agama dan ilmu pengetahuan, antara yang baru dengan yang kolot. Dengan cara yang jitu pada akhirnya mereka berhasil menggiring generasi-generasi muda untuk meninggalkan agama. Oleh karena itu bukanlah suatu keharusan bagi sesuatu hal bertentangan dengan agama karena darurat, kalau tidak sesuai dengannya pada permukaannya.

 Islam dan Dunia
Dengan kacamata suram keburukan kultural dan sosial yng terlihat jelas dimana-mana di dunia Islam, suatu kecenderungan yang kuat tercipta di dalam fikiran orang-orang Eropa untuk mempertalikan kesalahan-kesalahan dan kelemahan-kelemahan umat Islam dewasa ini dengan ajaran-ajaran dan pengaruh Islam dan menggunakannya sebagai suatu argumen untuk memajukan teori bahwa makin cepat umat Islam dibebaskan dari belenggu agama mereka dan dibujuk untuk menggunakan cara-cara kehidupan Barat, maka makin baiklah bagi mereka dan bagi masyarakat dunia lainnya.
Sumbangan peradaban Islam pada dunia, terutama dalam hal sosial budaya yang berbeda-beda, banyak ciri yang maju, seperti penghormatan terhadap wanita dan hak-hak mereka, dapat ditelusuri sampai kepada pengaruh yang dijalankan Islam terhadap mereka melalui berbagai saluran. Tidak salahlah kalau dinyatakan bahwa setelah fajar Islam, dengan jujur, tidak satupun sistem kebudayaan dan agama di dunia yang tidak berhutang budi kepada Islam, dengan jujur, tidak satupun sistem kebudayaan dan agama di dunia nyang tidak berhutang budi kepada Islam dan kaum Muslimin.
Akhirnya bisa dikatakan bahwa, bahasa Islam telah beruntung menyebar bebas dalam bahasa-bahasa dunia. Orang-orang berkelana di dunia Islam, dari satu ujung ke ujung yang lain, menyebrangi hutan belantara , gunung dan sungai, mencari pembimbing agama. Orang-orang suci dan sufi adalah tempat perlindungan dunia.
Negara-negara Eropa yang nasionalis, telah mengatur dirinya sendiri kedalam demikian banyak “dunia” yang memisahkan diri, yang dibatasi oleh batas-batas politik, kesukuan, dan geografis. Mereka telah membuat tuhan-tuhan mereka sendiri, dan menuntut pemujaan dan kesetiaan yang sama dari masyarakatnya sebagaimana terhadap Pencipta sendiri. Mereka berada di atas, di luar segala-galanya. Semua yang hidup dan yang mati harus diperuntukan hanya bagi mereka. Jika perlu, hidup harus dikorbankan di tempat pemujaan mereka. Bagi setiap nasionalis, negaranya adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia diatas bumi, dan yang lainnya adalah sampah.
Rasa kebangsaan menghasilkan buah yang sama di mana-mana. Rasanya mustahil, suatu bangsa dikaruniai dengan rasa kebangsaan dan tidak memiliki watak yang bersemangat. Kepemimpinan bangsa yang demikian beralih ke tangan mereka yang tidak mengenal agama dan moral, dan tidak mempunyai cita-cita selain dari peningktan wibawa bangsanya. Di negara-negara demikian, kenangan kejayaan yang telah hilang dan kebebasan masa lampau, digunakan sebagai tumpuan kesombongan bangsa; dan filsafat, kesusastraan dan bahkan ilmu alam, dirubah menjadi alat memperkuat tujuan kebangsaan.

C. KESIMPULAN
1. Perbuatan-perbuatan yang harus dilakukan umat Islam untuk tujuan mengadakan suatu regenerasi dunia Islam bukannya memperbaharui islam tetapi memperbaharui diri mereka sendiri dengan cara membangun jiwa mereka, kesadaran mereka, yang permanen dan rasa tanggung jawab mereka di semua pemikiran dan perbuatan yang menjadi ciri kehidupan para sahabat Nabi Muhammad Saw.
2. Manusia mendambakan konsep komprehensif yang mampu menjawab segala problematika kehidupannya. Manusia membutuhkan Islam sebagai solusi yang akan mengantarkan mereka pada kebahagiaan hidup, di dunia dan akhirat.
3. Dalam perkembangannya Islam harus dipenuhi adalah kebutuhan akan negara Islam mengambil sumber dari Islam itu sendiri, mengambil Islam secara komprehensif, menggunakan simbol Islam secara kontinu, dan menjadikan Islam sebagai tujuan bukan sarana.
4. Menuru aliran Marxisme, yang menamakan dirinya sebagai sosialis ilmuwan, mulai menamai para pendahulunya dengan sosialis yang berhayal dengan mengatakan bahwa mereka mengajukan teori pemilikan pribadi (monarchy) sebagai disiplin ekonomi,
5. Kaum Marxis merupakan kaum yang tetap pada pendirian semula seperti dilontarkan pendirinya Karl Marx dengan sosialismenya, yang kemudian dilanjutkan oleh Line. Sedangkan;
6. Kaum Sosialis menganggap hal itu omomg kosong belaka.

Daftar Pustaka
Al-Qardhawi Yusuf Dr.; Konsep Islam Solusi Utama Bagi Umat, Senayan Abad Publishing, 2004
Khan Waheeduddin,;Agama Versus Sains Modern,’Sosialisme dan Agama”. Al Ikhlas, Surabaya Indonesia.1999.
Khan Waheeduddin,;Agama Versus Sains Modern,’Islam di Abad Mutakhir”. Al-Ikhlas, Surabaya Indonesia.1999.
Nadwi Ali Hasan Abul, Drs. Adang Affandi; Islam dan Dunia, penerbit ANGKASA bandung,1995. hal xi-xii

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar